Sunday, October 11, 2015

Babel Trip



Blessing Babel Trip

Setelah mempertimbangkan ketersediaan waktu yang ada, akhirnya kami pun memutuskan untuk tetap pergi berlibur ke Belitung. Alhamdulillah, kami mendapatkan paket liburan yang hemat dan recommended berkat bantuan dari salah satu Travel di Belitung.

Sebelum kelupaan, berikut adalah details dari local Belitung Travel yang kami gunakan untuk seluruh keperluan dan itinerary selama berlibur di Belitung.

PT. Belitung Indah Pratama Tour & Travel
JL. Sambas I No 2 AKA - Tanjung Pandan, Belitung 33413
Telp / Fax ; 0719 - 9222 288
Mobile : 0812 2086 2288 / 0818 63 6288
Hotline / WA ; 08117175127
Email ; belitung.travellova@gmail.com
www.belitungtravellova.com

Paket yang kami ambil adalah paket 4 hari 3 malam dengan biaya perorang Rp. 1.8jt untuk Dewasa dan Rp. 800 Ribu untuk Anak, saat itu kami berlibur pada bulan Mei 2015.

Hari Pertama di Belitung

Keceriaan berlibur sudah dimulai sejak pagi hari berangkat dari rumah, mengingat kami bepergian dengan anak - anak, kami sengaja tidak memilih penerbangan yang terlalu pagi menuju Tanjung Pandan Belitung dengan Sriwijaya dan tiba siang hari di Bandara H. AS. Hanandjoeddin.

The girls post after arriving at Bandar Udara H. AS. Hanandjoeddin, Tanjung pandan, Belitung.

Di bandara kami langsung dijemput travel dan guide yang alhamdullillah langsung ringan tangan langsung membantu kami dengan membawakan bagasi. Dari Bandara kami langsung dibawa untuk menikmati wisata kuliner Khas Belitung, yaitu Mie Belitung Atep yang katanya adalah salah satu wiskul yang wajib kita coba selama kita berada di Belitung. Beginilah penampakan mie Belitung;



 

Mie Belitung ATEP ini lebih pas dan khas karena disajikan dengan kesegaran es jeruk kunci khas Belitung. Setelah perjalanan jauh dan melihat kondisi anak-anak, kami langsung check-in di Hotel Grand Pelangi dan memilih bersantai dengan berenang di hotel. Serasa kolam renang pribadi ya? hehe...


Hari Kedua ; Wisata Pantai di Belitung

Perjalanan hari ini pastinya berbeda dengan hari sebelumnya, yang wajib dibawa adalah pakaian renang, kaca mata, sun block, gak ketinggalan HP (baca : Kamera) dengan battery fully charge dan powerbank untuk dokumentasi keluarga. 

Setelah makan pagi, kami menuju pantai Tanjung Kelayang untuk menikmati keajaiban Belitong dengan mengunjungi pulau-pulau kecil di utara Belitong, diantaranya adalah pulau lengkuas, pulau pasir, dan pulau batu belayar. Rasanya kami puas berwisata bahari, mengeksplore pulau dengan menaiki puncak mercusuar dan melihat keindahan Pulau Belitong dari atas puncak, berendam di kolam bidadari, berenang dan snorkeling di beberapa tempat yang menyenangkan.

 
Sajian Makan siang kami makan di Pulau Kepayang kemudian dilanjutkan dengan trip Pantai Laskar Pelangi Tanjung Tinggi yang terkenal dengan keeksotikan batu granit raksasa yang menjadi salahsatu lokasi favorit film Laskar Pelangi.....




 
Keceriaan kami pada Wisata Pantai Belitung

Makan siang di Pulai Kepayang dengan menu ala chef dari team speed boat, asli tops banget, sayang gak sempat foto makananya.




Wisata hari ini berlanjut dengan wisata kuliner luar biasa dengan sajian menu tradisional dan cita rasa makanan yang tinggi. Restourant BELITONG TIMPO DULUK ini highly recommended untuk dikunjungi selama di Belitung. Menu makanan yang disajikan membawa kita bernostalgia ke era kakek dan nenek kita dulu dengan sajian makanan diatas tampah dan piring kaleng yang ditata apik diatas meja.




 Hari Ketiga ; Napak Tilas Laskar Pelangi, Kampung Ahok dan Museum Kata, Andrea Hirata
Setelah sarapan pagi di hotel, agenda kami hari ini adalah trip Napak Tilas Laskar Pelangi di Belitung Timur. Melewati kelapa kampit, sebuah kota kecil di tengah Belitong dengan banyak cerita sejarah Belitong tempo dulu, menuju kawasan desa wisata burung mandi, dan menyempatkan diri menyinggahi kelenteng terbesar di Belitong sebagai bukti kerukunan masyarakat Belitung dan lanjut ke kota 1001 warung kopi. 

Makan siang di RM FEGA pinggir Danau Bandung.... Kenapa namanya Bandung, entahlah, yang pasti selain Lapar, makanan disini juga enak dengan sajian khas Ikan Pindang Belitung.

Setelah makan dilanjutkan dengan City tour Kota Manggar. Kami mengelilingi bukit samak yang merupakan saksi kejayaan Belitong tempo dulu, dan lanjut ke Desa Gantong. Yang lucu pas lewat rumah masa kecil & galeri batik Bpk AHOK (sang gub DKI), lucunya karena pas kebetulan kita lewat pas ibunda Ahok jadi selebrity karena semua pelancong antri untuk berfoto bersama Ibunda Ahok yang menurut saya cantik lhooo....






Post bersama ibunda Ahok.

Tidak sah rasanya ke Belitong kalau tidak mampir ke SD Laskar Pelangi, bangunan ini sebetulnya biasa saja menurut kami hanya citra dari Film Laskar Pelangi memang membumi di Babel dan kami pun menyempatkan diri mengunjungi SD Laskar Pelangi ini.
Diperjalan kembali ke hotel kami mampir ke museum KATA Andrea Hirata. Saya kagum dengan museum ini, walaupun dengan bentuknya yang berdiri diatas rumah tinggal sebetulnya, tapi pengurus museum mampu menunjukan aktualisasi seni melalui kata dan foto yang menjadi desain dominan rumah ini.

 


Hari Ke-Empat ; The end of Belitung Tour
Hari terakhir di Belitung pun tiba, setelah kembali memuaskan diri dengan berenang di Hotel Grand Pelangi, kami dijemput oleh tour guide pagi hari untuk berbelanja oleh - oleh khas Belitung, mengunjungi rumah adat Belitong dan mampir di danau kaolin biru.


Akhirnya pesawat Sriwijaya SJ 192 pk 14.20 wib pun kembali mengantar kami kembali ke Jakarta, bubay Belitong, till we meet againnnnn.......

Jakarta, Mei 2015.







 








Friday, October 9, 2015

Nadhira My Sparkling Princess

Nadhira my Sparkling Princess

Kehadiran si bungsu Nadhira dalam keluarga kami membawa 'ke-ria-an' yang berbeda, she fills our home with laugh and love. Nadhira senang menari sambil menyanyi. Seolah dunia terlalu indah Dengan hadirnya Nadhira dalam kehidupan kami.

Hari ini Nadhira mengikuti acara Manasik Haji di sekolah tercinta kami, Darul Abidin. Seluruh anak - anak saya bersekolah di Darul Abidin yang Alhamdulillah, sampai saat ini kami tidak pernah dikecewakan dan berterimakasih kepada Darul Abidin yang terus menyebar nilai-nilai islami Dengan amanah. Thanks to Darul Abidin, Haekal and Nadine sudah lancar membaca Al-Qur'an, Nadhira masih mengeja dan mengenal huruf Hija'iyah.

Kembali ke Nadhira my sparkling princess, minat Nadhira terhadap sendra tari dan menyanyi terlihat sejak Nadhira memasuki Play Group. Berikut adalah beberapa dokumentasi pribadi ketika Nadhira mulai menari di Play Group Little Darbi.

 
Nadhira di acara Little Darbi India Day 2014

 
Nadhira dan Kakak Nadine saat Fun Bali Dancing

  
Nadhira My Sparkling Princess

 

 
Nadhira dancing at swimming pool in Palembang
 
 
 

 

Never ending smiling and dancing 

 

 

 

Saturday, May 23, 2015

Wisata Batu Martapura





Mumpung lagi demam 'Batu' saya jadi ingat beberapa perjalanan saya ke Pasar Intan Martapura, maklum setiap ke lokasi tambang saya biasa saja 'mampir' ke Martapura sebelum 6 jam perjalanan melelahkan ke Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan.
How to get there?
Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan.
Pasar Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sebagai gambaran, kalau kita landed di Syamsuddin Noor, Banjar Baru dan ingin berwisata ke Martapura, Pasar ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Bandara Syamsuddin Noor di Banjar Baru atau sekitar 1 Jam dari kota Banjarmasin. Opsi transportasi bisa menggunakan Taxi dari Bandara Syamsoeddin Noor atau sebaiknya bisa juga dengan menggunakan mobil sewa dengan harga sewa 400 ribu untuk tarif  pulang pergi.
Tips Belanja di Pasar Martapura
Sebelum Indonesia gegap gempita, Pasar ini -paling tidak pas saya kunjungi-, adem ayem saja tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi, tapi belakangan ini, setelah Indonesia dilanda demam batu, Pasar ini lebih 'hidup' dari biasanya, di setiap toko selalu ramai oleh Bapak dan Ibu yang sedang tawar menawar batu. Harga batu disini variatif mulai dari 20,000 sd jutaan rupiah, tentunya itu harga untuk batu biasa dan bukan intan ya, harga intan sendiri, tahun 2014 lalu saya pernah beli disini dengan harga satu jutaan, tapi bulan April 2015 saya sudah kesulitan cari intan di harga 1 jutaan, rata - rata intan disini sudah diatas 3 juta rupiah... hm... ini pasti gara - gara demam batu tadi hehe...

Masjid Al Karomah Martapura
Masjid Al Karomah letaknya berdekatan dengan pasar Martapura dan sejujurnya masjid ini bikin saya merinding karena interior masjid ini dibuat mirip dengan masjid Nabawi. Contohnya (lihat foto Mimbar Masjid Al-Karomah) Mimbar Masjid Al Karomah ini mirip banget dengan Mimbar Nabi Muhammad yang ada di Masjid Nabawi.
Karpet Masjid yang menurut pengurus Masjid ini memang di import langsung dari Madinah dan dibuat mirip banget dengan Karpet Mesjid Nabi di Nabawi, beberapa tiang di Masjid ini pun dibuat mirip dengan tiang- tiang di Masjid Nabawi (lihat foto dibawah, mirip bgt kan?)
Tidak salah kalau Kota Martapura disebut juga sebagai serambi Mekkah Kalimantan Selatan karena memang beberapa bagian dari Masjid ini dibuat sangat mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah. So, kalau nanti ke Martapura, jangan lupa sempatkan ke Masjid Al - Karomah ya, its worth visiting lho...

salam,
Nenden Maryam



My Special Nadine


Ada banyak cerita dan kata yang bisa saya ceritakan tentang Nadine, sampai - sampai saya bingung mau mulai dari mana...

Nadine adalah malaikat kecilku yang beranjak besar

Nadine adalah guru kesabaranku

Nadine adalah bahagiaku dikala sendu

Nadine adalah ceriaku dikala lelah

Nadine adalah karuniaku diatas karunia lainnya

Nadine adalah segalanya bagiku



Minggu lalu tiba - tiba Nadine mogok sekolah hanya karena tidak bisa menawarkan dan menjelaskan bagaimana memasak tempe goreng! yep... tempe goreng hehe...

Setelah tanya sana sini ke guru kelas dan guru private Nadine, ternyata Nadine sungkan menawarkan dan menjelaskan proses masak - memasak di 'cookery class'. Jangankan Nadine, Mamanya pun gak punya bakat jadi marketing dan jualan sana sini... so yep... like mother, like daughter, dan saya harus mengikhlaskan Nadine bolos hanya karena tempe goreng hehe...

Back to Blog?

Perjalanan 'Wisata Buku' Nadine yang 2 jam pada tanggal 15 April 2015 lalu berefek panjang untuk sang Ibu. Bagaimana tidak, sejak hari itu kepala saya tidak berhenti berputar untuk mencuri-curi waktu dan berfikir bagaimana caranya saya bisa kembali menulis.



Nah.. hari ini saya berhasil membuka kembali Blog lama yang dulu pernah saya 'create' dan ternyata waktu memang cepat sekali berlalu... tak terasa pastingan blog yang terakhir saya buat adalah tahun 2007... hm sudah lebih dari 7 tahun lamanya... tak salah kalau saya rindu untuk kembali bisa menulis di Blog... Bismillah.... semoga keinginan ini bukan keinginan sesaat, semoga keinginan ini adalah keinginan yang bisa membuat saya menyalurkan hobbi saya, gak berani bilang hobby menulis, tapi saya hobby untuk sharing, khususnya sharing dengan para ibubekerja yang harus ikhlas meninggalkan para buah hati di rumah... cerita panjangnya nanti ya... semoga saya punya waktu untuk kembali kotak - katik di Blog ini...

See you soon my friends....

Salam, Nenden Maryam